Informia.id
Pendidikan
Dokumentasi Kampanye Greencampus

Pra-PBAK Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Dorong Gerakan Kolektif Menjaga Lingkungan

S

Super Admin

Diperbarui 23 August 2026, 07:47

Bagikan

Ciputat, Informia.id - Semangat kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari rangkaian Pra-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (Pra-PBAK) Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada Jumat (21/8/2026), sekitar 500 mahasiswa baru bersama panitia PBAK bergerak menyusuri lingkungan kampus untuk mengumpulkan sampah di sejumlah titik.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Panitia PBAK Fakultas Ushuluddin 2026 di bawah koordinasi Ahmad Chairul Rasyidin selaku Ketua Pelaksana. Aksi bersih-bersih lingkungan ini menjadi upaya untuk menghadirkan isu ekologis lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa sekaligus merespons agenda Green Campus UIN Jakarta.

Gerakan tersebut tidak berangkat sebagai kegiatan yang terpisah dari rangkaian PBAK. Ia merupakan bagian dari gagasan besar yang diusung Panitia PBAK Fakultas Ushuluddin tahun ini melalui tema “Menjaga Bumi, Merawat Peradaban Islami.” Tema tersebut diterjemahkan ke dalam aktivitas yang menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari persoalan, sekaligus memberikan solusi atas persoalan lingkungan di ruang lingkup kampus.

Mahasiswa dan panitia PBAK menyusuri sejumlah area kampus, mengumpulkan sampah yang ditemukan, kemudian menghimpunnya dalam satu titik. Aktivitas ini menjadi gambaran bahwa kesadaran terhadap lingkungan dapat dibangun melalui keterlibatan langsung, bukan semata melalui pesan kampanye.

Ketua Pelaksana PBAK Fakultas Ushuluddin 2026, Ahmad Chairul Rasyidin, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa dapat melihat isu lingkungan sebagai bagian dari kehidupan kampus.

“Kami ingin tema yang kami bawa tidak berhenti sebagai narasi. Ada tindakan sederhana yang bisa dilakukan bersama, dan kami memilih memulainya dari lingkungan kampus. Harapannya, mahasiswa memiliki kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama,” ujar Rasyid.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan perlu dibangun secara berkelanjutan. Aksi yang dilakukan dalam kegiatan Pra-PBAK diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian kegiatan selesai, tetapi berkembang menjadi kesadaran dan kebiasaan dalam keseharian mahasiswa.

“Harapannya setelah kegiatan ini bukan hanya lingkungan kampus yang menjadi bersih. Kami ingin mahasiswa terus terlibat aktif dan memiliki kepedulian terhadap menjaga lingkungan dalam aktivitas mereka sehari-hari,” lanjutnya.

Bagi Fakultas Ushuluddin, isu lingkungan menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan nilai keislaman dengan persoalan aktual. Merawat lingkungan tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjaga ruang hidup bersama.

Melalui kegiatan Pra-PBAK ini, sekitar 500 mahasiswa diajak memulai keterlibatan tersebut dari lingkungan terdekat. Sebuah langkah sederhana yang diharapkan dapat berkembang menjadi kesadaran kolektif dan praktik yang berkelanjutan.

Sebab, menjaga bumi tidak selalu dimulai dari gagasan besar. Ia dapat tumbuh dari kesediaan untuk mengambil bagian dalam persoalan yang ada di sekitar kita.

Komentar (1)

P

Putra

1 hour ago

Kegiatannya bagus ini untuk menjaga lingkungan terutama untuk pengurangan plastik